27 March 2009

Korban Situ Gintung

Liputan6.com, Tangerang: Proses evakuasi terhadap korban jebolnya tanggul Situ Gintung di Cirendeu, Tangerang, Banten, masih berlanjut. Hingga Jumat (27/3) sore tercatat 58 korban meninggal. Jenazah disemayamkan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan dan Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Diperkirakan korban meninggal masih akan terus bertambah mengingat masih banyak orang menanyakan nasib anggota keluarganya yang belum diketahui. Sejauh ini korban selamat yang terluka dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Sedangkan korban selamat menginap di tenda-tenda yang didirikan Palang Merah Indonesia [baca: Kawasan Situ Gintung Rata dengan Tanah].

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mendatangi lokasi kejadian berjanji akan membantu korban di antaranya dengan merelokasi tempat tinggal. "Pemerintah menjamin semua yang meninggal mendapatkan santunan. Dan juga perbaikan rumah," ujar Wapres [baca: Presiden SBY Tinjau Situ Gintung].

Selain dekat dengan permukiman warga, Situ Gintung juga dimanfaatkan sebagai kawasan wisata. Lokasi ini biasanya ramai saat liburan sekolah dan akhir pekan. Terdapat arena outbond atau berkemah. Bahkan dilengkapi restoran dengan pemandangan menghadap ke Situ Gintung.

Bendungan Situ Gintung jebol dini hari tadi. Air menerjang ratusan rumah di saat para penghuninya masih terlelap. Hal ini membuat warga yang tinggal di sekitar situ tak sempat menyelamatkan diri. Bahkan dampak dari terasa hingga radius dua kilometer. Ratusan rumah dan mobil mewah Di Perumahan Cirendeu Permai juga terendam banjir bercampur lumpur [baca: Tanggul Situ Gintung Jebol, 32 Orang Tewas].(YNI/Tm Liputan 6 SCTV)


JAKARTA, KOMPAS.com — Air bah akibat jebolnya tanggul Situ Gintung mengakibatkan 300 rumah rusak dan hanyut. Total areal yang terendam air mencapai 10 hektar.

Seperti diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Tangerang Selatan Hasdanil, jebolnya tanggul di Situ Gintung mengakibatkan kerusakan yang hebat.

Kondisi terparah dialami RT 02, RT 03, RT 04 yang berada di RW 08 Kampung Poncol, Situ Gintung, Cireundeu, Ciputat, Tangerang. Nilai kerugian akibat bencana belum dapat dihitung. "Untuk total kerugiannya belum dapat dipastikan," ungkap Hasdanil di Posko Bencana Alam Situ Gintung Universitas Muhamadiyah, Ciputat, Jumat (27/3).

Sementara itu, jumlah korban tewas akibat bencana ini terus bertambah. Data dari relawan mencatat total korban tewas 45 orang. Korban tewas yang ditempatkan di posko Universitas Muhmadiyah 27 orang. Di posko STIEAD Ahmad Dahlan terdapat 11 korban tewas dan di RS Fatmawati terdapat 7 korban tewas.

Korban diperkirakan akan terus bertambah karena proses evakuasi masih terus berlangsung. Korban selamat di posko Universitas Muhamadiyah sebanyak 30 orang. Rata-rata mereka mengalami luka lecet. Untuk korban hilang, relawan mencatat 28 orang. Untuk informasi lebih lanjut mengenai korban dapat menghubungi Pusat Informasi Bencana Alam Situ Gintung 021-740385.



*SUBHANALLAH. ASTAGHFIRULLAHALADZIM. Pagi ini, aku sama sekali ga nonton berita. Nah aku baru nonton berita pas udh sore2. Itu juga sambil chating dan bla bla bla.. hehehehe. Pas aku nonton berita, emang sih aku sempet denger ada musibah di daerah tangerang. Tapi aku ga tau tepatnya dimana. Aku sempet liat liputan2 tentang peristiwa itu di sebuah stasiun tv, dan aku baru ngeh kalo ternyata Situ Gintung Jebol. Waw, dan yang lebih oonnya lagi, aku baru tau itu masuk dalam kawasan ciputat. hahhahaha. Langsung kaget!

Ya ampuuun.. Setelah kaget.. aku langsung nyebut nyebut asma Allah. Merinding.. Apalagi setelah baca berita di kompas dan SCTV online tadi. Haduh.. Aku turut berduka cita ya.. atas peristiwa Situ Gintung. Semoga peristiwa ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih dekat lagi kepada yang maha kuasa Dan semoga yang di tinggalkan di berikan kesabaran. Amin




4 comments:

Dian Manginta said...

Hello,

Aku mengajak juga melihat artikel dalam topik serupa:

Tsunami Kecil di Tangerang

Ini adalah seruan agar kita membangun masyarakat yang lebih antisipatif dalam bencana.

Terima kasih...

Salam,
D-

Muzda said...

Sama sekali berada di luar perkiraan ya ..
Aku khawatir nie,, besok banyak bendera dan simpatisan partai di sana..
:D
Biasa, pendapat sinis Mbak Muzda..

willis koes said...

hallo, nih kakak juga datang berkunjung, kayaknya banner kakak belum ada deh... gih ambil bentar terus dipasang link bannernya... hehe...

Sama postingannya, cuma kakak lg istirahat ngeblog bentar. BTW, kira2 ada gak ya teman blogger kita yang ikutan jadi korban?

nyubi said...

kita semua turut berduka atas
musibah ini, semoga ada hikmahnya

Post a Comment

comment for this post